Pantai Ketingan – Jika Anda merasa lelah karena pekerjaan atau tanggung jawab lainnya, Anda pasti akan memikirkan liburan yang menyenangkan, baik itu bersama keluarga maupun teman.
Namun, banyak orang menunda liburan karena menganggap liburan selalu membutuhkan biaya yang besar.
Ada beragam tempat wisata di sekitar sini yang tidak membutuhkan biaya besar untuk menikmatinya. Hal ini terutama berlaku jika Anda tinggal di Sidoarjo, sebuah kabupaten di Jawa Timur.
Anda tidak perlu bepergian jauh ke luar kota untuk sekadar bersantai dan melepas lelah setelah seharian bekerja. Di Sidoarjo, ada beberapa tempat wisata yang bisa Anda kunjungi dengan harga terjangkau, seperti Pantai Kepetingan.
Pantai Kepetingan adalah objek wisata air yang terletak di Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.
Banyak orang mungkin pernah mendengar tentang Sidoarjo sebagai tempat yang bagus untuk berbelanja tas dan dompet, tetapi tidak banyak yang tahu bahwa Sidoarjo juga memiliki pantai-pantai yang tidak boleh Anda lewatkan jika berkunjung ke sana.
Saat liburan sekolah atau Idul Fitri, pantai ini kerap menjadi tujuan warga setempat untuk menghabiskan waktu bersama pasangan, keluarga, atau teman.
Meskipun agak terpencil dan jauh dari kota, hal ini tidak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung.
Pilihan Editor :
Pemandangan pantai, laut, dan semilir angin laut yang lembut membuat pengunjung ingin berlama-lama di sana. Konon, ada pula legenda yang mengisahkan tentang pantai ini.
Kisah ini bermula di Tanah Blambangan, Banyuwangi, pada masa pemerintahan Raja Minak Sembuyu. Dewi Sekardadu, putri Minak Sembuyu yang cantik, terserang penyakit parah.
Segala upaya telah dilakukan, dan para dukun telah didatangkan, tetapi sia-sia. Pada tahun 1362 (menurut Pak Durohim), Syekh Maulana ISKAK (dari Yaman) kebetulan sedang menyebarkan Islam di Pulau Jawa.

Pada masa itu, di akhir era Majapahit, penduduk Jawa belum memeluk Islam. Maulana kebetulan berada di Blambangan.
Raja yang putus asa itu akhirnya mengadakan sayembara. Siapa pun yang dapat menyembuhkan Dewi Sekardadu akan menjadi menantunya jika ia lebih muda. Jika ia lebih tua, ia akan menjadi kerabat kerajaan.
Maulana, sang ulama, ikut serta dalam sayembara tersebut dan akhirnya berhasil menyembuhkan Dewi Sekardadu. Syekh dari Timur Tengah itu kemudian menikahi DEWI SEKARDADU BINTI MINAK SEMBUYU.
Di bawah serangan Minak Sembuyu, Maulana berpamitan dengan istrinya. Saat itu, Dewi sedang hamil tujuh bulan. Jika bayinya laki-laki, Maulana berpesan agar ia diberi nama RADEN PAKU. Syekh Maulana kemudian meninggalkan Blambangan untuk berdakwah di tempat lain.
Raja Blambangan murka. Ia khawatir Raden Paku akan merusak wibawanya. Karena itu, ia memutuskan untuk membuang cucunya ke laut.
Para prajurit memasukkan bayi itu ke dalam peti mati dan mengapungkannya. Mengetahui bahwa anak kesayangannya telah dibuang ke laut, Dewi Sekardadu menceburkan diri ke laut, mengejarnya. Sia-sia. Ombaknya terlalu besar, bagaimana manusia bisa berenang?
Singkat cerita, jenazah Dewi Sekardadu dan peti jenazah Raden Paku dipisahkan. Dewi Sekardadu dibawa ke Sidoarjo, sementara peti jenazah bayi Raden Paku terdampar di Gresik.
Secara kebetulan, pada tahun 1365, para nelayan dari Balongdowo sedang mencari kerang di Selat Madura. Mereka terkejut melihat jenazah seorang wanita cantik yang digendong oleh sekelompok ikan keting.
Jenazah tersebut terdampar di pantai dan dimakamkan secara terhormat oleh penduduk setempat. Tempat itu akhirnya diberi nama KETINGAN, atau KEPETINGAN.
Berkunjung ke pantai Ketingan tentu kurang lengkap tanpa kamera, karena Anda mungkin melewatkan banyak momen seru yang terjadi selama liburan.
Di Pantai Ketingan, Anda dapat memuaskan hasrat fotografi Anda, karena terdapat banyak spot menarik untuk diabadikan, seperti spot di depan terumbu karang. Pemandangan eksotisnya akan membuat foto Anda semakin memikat. Anda juga bisa mengabadikan aktivitas yang Anda lakukan di sana, seperti bermain voli, snorkeling, atau membuat api unggun.
Ingin pemandangan yang lebih indah? Tunggu saja hingga sore hari, saat matahari mulai terbenam, dan Anda akan dapat melihat langit jingga yang indah berpadu dengan birunya laut, pemandangan yang akan membuat Anda takjub.
Fasilitas di Pantai Ketingan
Fasilitas di Pantai Ketingan tidak terlalu luas atau lengkap, tetapi ada beberapa yang bisa Anda temukan, antara lain:
- Parkir
Bagi Anda yang membawa kendaraan pribadi, baik mobil maupun motor, tidak perlu khawatir soal parkir, karena tersedia area parkir yang cukup luas dan memadai.
- Warung Makan atau Rumah Makan
Bermain di pantai selama berjam-jam pasti akan membuat Anda lapar. Jangan khawatir jika Anda kekurangan waktu atau lupa membawa bekal. Di sekitar pantai, Anda akan menemukan warung makan lokal yang menjual makanan dan minuman dengan harga terjangkau.
- Gazebo
Dengan adanya gazebo yang dibangun di sana, Anda dapat bersantai dan menikmati pemandangan air laut yang jernih, hamparan pasir putih yang indah, dan langit biru. – Akomodasi
Di daerah pesisir, jika Anda membutuhkan akomodasi, Anda dapat menemukan akomodasi yang sesuai dengan anggaran dan kebutuhan Anda.
- Toilet Umum
Fasilitas penting ini juga tersedia di sana, jadi Anda tidak perlu khawatir mencari toilet di luar area pantai.
Akses ke Pantai
Pantai ini dapat dicapai dengan sepeda motor atau perahu. Jika Anda memilih perjalanan darat, Anda akan melihat tanggul-tanggul kolam ikan di sepanjang jalan. Namun, jika Anda memilih perjalanan sungai, tersedia perahu sewaan dengan harga terjangkau, memungkinkan Anda menikmati pemandangan hutan bakau yang indah.
Biaya Masuk ke Pantai Ketingan
Biaya masuk ke objek wisata ini sangat terjangkau, hanya Rp 20.000 per orang. Wisatawan dapat sepenuhnya menikmati dan menjelajahi keindahan alam Pantai Ketingan.


