Tanjung Papuma – Jawa Timur tidak hanya memiliki Gunung Bromo atau Kawah Ijen sebagai daya tarik utamanya. Di ujung selatan Kabupaten Jember, terbentang sebuah pantai yang sering dijuluki sebagai salah satu pantai terindah di Pulau Jawa, Tanjung Papuma.
Nama “Papuma” sendiri merupakan akronim dari Pasir Putih Malikan. Berbeda dengan pantai selatan pada umumnya yang identik dengan pasir hitam vulkanik, Tanjung Papuma tampil mencolok dengan hamparan pasir putihnya yang bersih dan air laut yang gradasi warnanya bervariasi dari hijau toska hingga biru pekat.
Tulisan ini akan mengupas tuntas mengapa Tanjung Papuma harus masuk dalam daftar destinasi wajib Anda tahun ini.
Pilihan Editor :
Lokasi Wisata Tanjung Papuma
Tanjung Papuma terletak di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Secara geografis, pantai ini merupakan sebuah semenanjung (tanjung) yang menjorok ke Samudra Hindia.
Keunikan lokasinya terletak pada topografinya yang berbukit-bukit. Sebelum mencapai bibir pantai, pengunjung akan melewati kawasan hutan yang dikelola oleh Perhutani.

Hutan ini kaya akan vegetasi seperti pohon jati, kelapa, dan serat, yang memberikan nuansa sejuk dan asri sebelum Anda disambut oleh semilir angin laut.
Akses Menuju Lokasi, Rute dan Tantangan Perjalanan Tanjung Papuma
Menjangkau Tanjung Papuma membutuhkan sedikit usaha, namun pemandangan di sepanjang jalan akan membayar tuntas rasa lelah Anda.
Dari Pusat Kota Jember Ke Tanjung Papuma
Jarak dari pusat Kota Jember menuju Tanjung Papuma adalah sekitar 45 kilometer, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 hingga 1,5 jam. Anda bisa mengambil arah ke selatan menuju Kecamatan Ambulu, lalu melanjutkan perjalanan ke arah Desa Lojejer.
Jalanan menuju Papuma sudah teraspal dengan baik, namun Anda harus waspada karena jalur terakhir melibatkan tanjakan dan turunan yang cukup curam dengan tikungan tajam.
Motor dan mobil pribadi sangat disarankan. Bus pariwisata berukuran besar biasanya akan parkir di area bawah, dan penumpang bisa melanjutkan perjalanan menggunakan jasa ojek lokal atau kendaraan kecil karena jalanan di atas bukit tidak memungkinkan untuk bus besar.
Pastikan kondisi rem kendaraan Anda dalam keadaan optimal. Saat menuruni bukit menuju pantai, gunakan gigi rendah untuk membantu pengereman mesin (engine brake).
Jam Operasional
Tanjung Papuma buka 24 jam. Hal ini memungkinkan wisatawan untuk menikmati momen matahari terbit (sunrise) maupun bermalam di area camping ground atau penginapan yang tersedia.
Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional
Tanjung Papuma dikelola secara profesional oleh Perhutani, sehingga tarifnya terstruktur dengan jelas. Berikut estimasi biayanya (dapat berubah sewaktu-waktu):
- Tiket Masuk (Hari Kerja): Rp15.000 – Rp20.000 per orang.
- Tiket Masuk (Akhir Pekan/Libur): Rp25.000 – Rp30.000 per orang.
- Parkir Motor: Rp5.000.
- Parkir Mobil: Rp10.000.
Fasilitas yang Tersedia
Sebagai destinasi unggulan di Jember, fasilitas di Tanjung Papuma tergolong sangat lengkap untuk mendukung kenyamanan pengunjung.
| Fasilitas | Deskripsi |
| Penginapan (Resort) | Tersedia beberapa cottage kayu di pinggir pantai dan di lereng bukit dengan harga bervariasi. |
| Warung Makan | Deretan warung yang menyajikan menu andalan ikan bakar segar hasil tangkapan nelayan setempat. |
| Area Parkir Luas | Kapasitas parkir yang memadai untuk motor maupun mobil pribadi. |
| Siti Hinggil | Menara pandang atau gazebo di atas bukit untuk melihat panorama pantai secara menyeluruh. |
| Mushola & Toilet | Fasilitas Ibadah dan sanitasi yang tersebar di beberapa titik area wisata. |
| Camping Ground | Area khusus bagi para pecinta alam yang ingin mendirikan tenda di bawah pepohonan rindang. |
Daya Tarik Utama, Mengapa Papuma Begitu Istimewa?
Tanjung Papuma menawarkan karakteristik yang jarang ditemukan di pantai lain di Jawa Timur. Berikut adalah daya tarik utamanya
Tujuh Karang Raksasa (The Seven Islets)
Di tengah laut, terdapat tujuh pulau karang kecil yang berdiri kokoh menahan gempuran ombak Samudra Hindia. Pulau-pulau karang ini memiliki nama masing-masing yang diambil dari tokoh pewayangan, seperti Pulau Guru, Pulau Trisula, dan Pulau Narada. Keberadaan pulau karang ini memberikan elemen dramatis pada foto Anda.
Fenomena “Malikan” Tanjung Papuma
Istilah “Malikan” merujuk pada batu-batu karang yang seolah-olah berbunyi saat terkena deburan ombak. Di sisi barat pantai, Anda akan menemukan hamparan batu datar yang menjadi tempat favorit untuk duduk santai sambil mendengarkan harmoni alam.
Siti Hinggil, Sudut Pandang 360 Derajat
Jika Anda kuat menanjak sedikit ke arah bukit, Anda akan sampai di Siti Hinggil (Tanah Tinggi). Dari sini, Anda bisa melihat garis pantai yang melengkung sempurna, perpaduan warna air laut, dan barisan perahu nelayan yang berwarna-warni dari ketinggian. Ini adalah spot terbaik untuk fotografi lanskap.
Kuliner Ikan Bakar yang Autentik
Jangan lewatkan pengalaman kuliner di sini. Anda bisa memilih ikan segar langsung dari nelayan, mulai dari ikan kakap, kerapu, hingga lobster, untuk kemudian dibakar dengan bumbu khas Jawa Timur yang kaya rempah. Menikmati ikan bakar di bawah pohon kelapa dengan pemandangan laut adalah kemewahan tersendiri.
Sunrise dan Sunset dalam Satu Lokasi
Karena posisinya yang berupa tanjung, Anda memiliki kesempatan unik untuk menyaksikan matahari terbit di sisi timur dan matahari terbenam di sisi barat hanya dengan berpindah posisi sedikit saja.
Tips Berkunjung ke Tanjung Papuma
- Waktu Terbaik: Datanglah saat musim kemarau (Mei – September) untuk mendapatkan langit biru yang bersih dan air laut yang jernih.
- Hindari Berenang Terlalu Jauh: Ingatlah bahwa ini adalah pantai selatan. Meskipun terlihat tenang di tepi, arus bawah laut dan ombak bisa datang secara tiba-tiba. Selalu patuhi rambu-rambu larangan berenang.
- Waspada Monyet Liar: Karena letaknya yang berdekatan dengan hutan, terdapat banyak monyet ekor panjang. Jaga barang bawaan Anda, terutama makanan dan tas kecil.
- Bawa Kamera: Keindahan Papuma sangat sayang jika tidak diabadikan. Pastikan baterai kamera atau ponsel Anda penuh.
Tanjung Papuma adalah destinasi yang menawarkan paket lengkap: petualangan menembus hutan, relaksasi di pasir putih, hingga kepuasan kuliner laut.
Meskipun medannya sedikit menantang, pesona visual yang ditawarkan akan membuat siapapun terpana. Papuma bukan sekadar pantai, ia adalah bukti betapa megahnya alam pesisir selatan Indonesia.


