curug cikoneng

Curug Cikoneng : Wisata Alam Tersembunyi Di Bogor

Berita

Curug Cikoneng – Bagi para wisatawan yang sering bermain ke Bogor maka sudah tidak asing lagi dengan keanekaragaman tempat wisata yang disediakan di kota hujan ini. Mulai dari wisata alamnya, wisata edukasinya, air terjubbya dan masih banyak lagi lainnya. Membahas air terjun maka ada salah satu air terjun di Bogor yang belum terlalu terkenal, namanya Curug Cikoneng.

Curug Cikoneng mungkin tidak begitu di ketahui banyak wisatawan , namun di sana terdapat pemandangan yang dapat di jelajahi, dengan pemandangan dua curug atas dan bawah serta sungai yang masih asri keindahannya untuk dinikmati pengunjung.

Panorama di sekitar lokasi curug sungguh sangat mengesankan dengan perpaduan alam pegunungan berupa udara segar, persawahan, desa, aliran sungai dan atraksi fauna berupa sekawanan monyet yang kerap kali muncul dari balik rimbunnya pepohonan di sisi kiri curug.

Namun tidak hanya itu saja, masih ada satu buah curug lagi dari aliran sungai yang sama yang tidak kalah uniknya di kawasan itu. Warga setempat kerap menyebutnya Curug Luhur atau Air Terjun Atas, karena posisinya berada di atas Curug Cikoneng.

Tinggi curug ini kurang lebih 10 meter, dengan kemiringan vertikal sekira 30 meter sampai 40 meter. Dengan melalui jalan setapak lagi menuju ke atas, lalu menyusuri sungai maka kita dapat sampai di lokasi tersebut.

Curug ini terletak tidak jauh dari perumahan Bukit Sentul tepatnya di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat . Berjarak sekitar 23 km dari kota Bogor dengan waktu tempuh sekitar 40 menit. 

Untuk bisa sampai ke Curug Cikoneng dapat dicapai melalui dua arah. Yaitu bisa dari arah Jayanti Bogor atau dari arah jalan Tol Jagorawi.  Jika dari tol Jagorawi keluar di  Gerbang Sentul Selatan, belok kiri masuk ke Perumahan

Bukit Sentul melewati Perumahan Bukit Pelangi, lalu langsung ke arah Desa Cibingbin atau Desa Gunungbatu. Setelah melewati Balai Budaya, belok kanan masuk ke jalan desa menuju desa Bojong Koneng, sampai ketemu Kantor Kepala Desa (+/- 3 Km).

Kondisi jalan menuju Bojong Koneng ini bervariasi dimulai dari jalan aspal mulus lalu selanjutnya berubah menjadi jalan makadam (berbatuan) dengan lebar jalan yang sempit sehingga menyulitkan jikalau berpapasan dengan kendaraan lain.

Sesampai di Desa Bojong Koneng perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki mengikuti jalan setapak, karena tidak bisa lagi dilalui kendaraan bermotor.  Sebelumnya bagi yang membawa mobil sebaiknya mobil diparkir di Kantor Kepala Desa ini, atau di SD Bojongkoneng, disamping Kantor Kades.

Bagi yang tidak menggunakan kendaraan pribadi, angkutan ojek adalah satu-satunya alat transportasi untuk mencapai curug tersebut.  Hal ini dikarena belum ada kendaraan umum yang mencapai desa tersebut. Setelah memarkirkan kendaraan, perjalanan selanjutnya dilakukan dengan berjalan kaki mengikuti jalan setapak yang arah masuknya berada dikanan jalan. 

Perjalanan melalui jalan setapak ini nantinya akan melewati kebun dan sawah milik penduduk setempat dan satu jembatan bambu yang melintasi sungai yang kering dimusim kemarau sejauh kurang lebih 1,5 km dengan waktu tempuh 1/2 jam hingga tiba di lokasi curug.

Baca juga : Curug Cihurang, Destinasi Wisata air Terjun Di Bogor

Tentunya berwisata ke Curug ini memberikan pesan dan kesan tersendiri bagi para wisatawan yaitu dimana wisatawan bisa mendapatkan nilai-nilai akan tugas kita sebagai manusia untuk selalu menjaga dan melestarikan ekosistem alam.

Manusia hidup berdampingan dengan alam dan alam memberikan segala sumber dayanya untuk keberlangsungan hidup umat manusia, disamping itu tentunya kesan akan keseruan dan keindahan alam yang dieksplor saat berwisata menjadi nilai tambah terhadap refreshing diri yang penuh dengan aktifitas pekerjaan.

Tinggalkan Balasan