Desa Penglipuran : Desa Terbersih di Dunia Berbalut Budaya Bali

Desa Penglipuran – Jika Anda mencari sisi lain dari Pulau Bali yang jauh dari hiruk-pikuk klub pantai atau kemacetan pusat kota, melangkah ke Kabupaten Bangli adalah keputusan yang sangat tepat. Di kawasan sejuk ini, tersembunyi sebuah permata budaya yang telah diakui dunia.

Desa Penglipuran bukan sekadar destinasi liburan biasa. Desa ini telah dinobatkan sebagai salah satu dari tiga desa terbersih di dunia, bersanding dengan Desa Giethoorn di Belanda dan Desa Mawlynnong di India. Menawarkan perpaduan sempurna antara pelestarian adat istiadat, arsitektur tradisional yang simetris, dan harmoni dengan alam, Penglipuran seolah menghentikan waktu dan membawa setiap pengunjungnya kembali ke era Bali tempo dulu.

Desa Penglipuran : Desa Terbersih di Dunia Berbalut Budaya Bali

Bagi para pelancong yang gemar melakukan perjalanan rombongan maupun penjelajah solo yang ingin memperkaya wawasan budaya Nusantara, Desa Penglipuran wajib masuk ke dalam daftar rencana perjalanan. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai lokasi, rute, tiket, fasilitas, hingga daya tarik magis yang ditawarkan oleh Desa Penglipuran.

Pilihan Editor :

Lokasi Objek Wisata Desa Penglipuran

Secara geografis, Desa Wisata Penglipuran berlokasi di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Dibandingkan dengan kawasan pesisir selatan seperti Kuta atau Seminyak yang beriklim tropis hangat, lokasi desa ini berada di dataran tinggi, tepatnya di ketinggian sekitar 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut.

Posisi di dataran tinggi ini memberikan keuntungan tersendiri, yaitu udara yang sangat sejuk, segar, dan terbebas dari polusi. Suhu harian di sini cukup nyaman, membuat kegiatan berjalan kaki mengelilingi desa di siang hari pun tidak akan terasa menyengat. Dikelilingi oleh rindangnya pepohonan dan hutan bambu yang rimbun, lokasi desa ini benar-benar mencerminkan ketenangan pedesaan Bali yang autentik.

Rute Menuju Objek Wisata Desa Penglipuran

Infrastruktur menuju Desa Penglipuran sudah tertata dengan sangat baik. Jalanan aspal yang mulus dan lebar membuat perjalanan sangat nyaman, bahkan sangat mengakomodasi rombongan wisata yang menggunakan bus besar atau minibus ekskursi.

Dari Kawasan Bali Selatan (Kuta, Legian, Bandara Ngurah Rai): Jarak yang harus ditempuh adalah sekitar 45 kilometer. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1,5 hingga 2 jam berkendara. Rute tercepat biasanya melalui Jalan By Pass Ngurah Rai menuju Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, kemudian berbelok ke arah utara melintasi Kabupaten Gianyar hingga memasuki wilayah Bangli. Papan penunjuk jalan menuju “Desa Wisata Penglipuran” sangat jelas terlihat di sepanjang rute ini.

Dari Pusat Kota Ubud: Jika titik awal Anda adalah Ubud, perjalanannya jauh lebih singkat. Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit berkendara menempuh jarak sekitar 25 kilometer melintasi jalur pedesaan yang asri dan bebas hambatan.

Banyak wisatawan yang menggabungkan rute ini dengan kunjungan ke Kintamani, karena letak Desa Penglipuran berada searah dengan perjalanan kembali dari Gunung Batur menuju pusat kota.

Tiket Masuk dan Jam Operasional Rute Menuju Objek Wisata Desa Penglipuran

Pengelolaan desa wisata ini dilakukan secara mandiri oleh masyarakat adat setempat bersama pemerintah daerah. Biaya retribusi yang ditarik digunakan langsung untuk pemeliharaan kebersihan dan kelestarian desa.

  • Wisatawan Domestik (WNI): Sekitar Rp 25.000 untuk dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak.
  • Wisatawan Mancanegara (WNA): Sekitar Rp 50.000 untuk dewasa dan Rp 30.000 untuk anak-anak.
  • Biaya Parkir: Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua, Rp 5.000 untuk mobil pribadi, dan Rp 10.000 hingga Rp 15.000 untuk bus pariwisata.

Desa ini beroperasi dan terbuka untuk kunjungan wisatawan setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga 17.00 WITA. Untuk mendapatkan pencahayaan terbaik bagi pembuatan konten visual dan menghindari keramaian, waktu kunjungan paling ideal adalah di pagi hari sekitar pukul 08.30 atau sore hari menjelang pukul 15.00.

Fasilitas yang Tersedia Rute Menuju Objek Wisata Desa Penglipuran

Sebagai desa wisata bertaraf internasional, fasilitas penunjang di Penglipuran dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi wisatawan tanpa merusak keaslian desa:

Area Parkir Luas: Terletak di luar gerbang utama desa, area parkirnya sangat lapang dan mampu menampung puluhan mobil dan bus pariwisata, menjadikannya destinasi yang sangat ramah untuk rombongan dalam jumlah besar.

Fasilitas Sanitasi: Terdapat toilet umum yang tersebar di beberapa titik dengan standar kebersihan yang sangat tinggi.

Tempat Sampah Tersembunyi: Untuk menjaga predikat desa terbersih, tempat sampah disediakan di setiap sudut namun didesain menyatu dengan alam (seperti terbuat dari anyaman bambu) agar tidak merusak estetika visual.

Akomodasi (Homestay): Wisatawan yang ingin merasakan hidup layaknya warga lokal bisa menyewa kamar homestay yang dikelola langsung oleh penduduk desa di dalam pekarangan rumah mereka.

Warung dan Toko Suvenir: Warga desa memanfaatkan area pekarangan mereka untuk menjajakan kerajinan tangan, kain tenun khas Bali, ukiran bambu, hingga makanan tradisional.

Daya Tarik yang Ditawarkan

Momen pertama Anda melangkah melewati gerbang desa, Anda akan langsung disambut oleh daya tarik visual dan kultural yang luar biasa. Berikut adalah hal-hal yang membuat Penglipuran begitu istimewa:

Tata Ruang Desa Berkonsep Tri Hita Karana

Desa Penglipuran memegang teguh filosofi Tri Hita Karana, yaitu keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam. Konsep ini diaplikasikan dalam tata ruang desa yang memanjang dari utara (tempat suci/pura) ke selatan. Sepanjang jalan utama yang berlapis batu alam, berjejer rapi rumah-rumah penduduk. Hal yang paling memukau adalah bentuk Angkul-angkul (pintu gerbang rumah) yang ukurannya seragam dan simetris dari ujung ke ujung desa. Estetika yang rapi ini menjadikannya latar belakang sempurna untuk merekam video berkualitas tinggi dengan smartphone Anda demi memperkaya konten media sosial.

Kebersihan Mutlak Tanpa Kendaraan Bermotor

Di jalanan utama desa, Anda tidak akan menemukan satu pun sampah yang berserakan, puntung rokok, atau bahkan genangan air. Aturan adat melarang keras kendaraan bermotor jenis apa pun untuk memasuki jalan utama desa. Semua kendaraan harus diparkir di luar, sehingga Anda bisa berjalan kaki dengan tenang, bebas dari suara bising mesin, dan menghirup udara yang sangat bersih.

Hutan Bambu Pelindung

Desa Di bagian utara desa, tepatnya di belakang pura utama, terhampar hutan bambu seluas 45 hektare. Hutan bambu ini bukan sekadar tempat wisata, melainkan kawasan lindung yang sangat disakralkan oleh masyarakat setempat sebagai daerah resapan air. Berjalan-jalan menyusuri jalan setapak di tengah rimbunnya bambu raksasa yang menjulang tinggi memberikan sensasi kedamaian yang magis dan visual yang sinematik.

Mencicipi Kuliner Khas

Loloh Cemcem dan Tipat Cantok Puas berkeliling, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi Loloh Cemcem, minuman herbal khas Penglipuran yang menyegarkan. Terbuat dari daun cemcem (kedondong hutan), asam jawa, gula aren, dan sedikit cabai, minuman ini memiliki perpaduan rasa asam, manis, sedikit pedas, dan sangat berkhasiat bagi pencernaan. Selain itu, Anda juga bisa menyantap Tipat Cantok, kudapan tradisional berupa ketupat dan sayuran yang disiram bumbu kacang kental.

Keramahan Terbuka Warga Lokal

Daya tarik tak kasatmata namun sangat membekas adalah keramahan penduduknya. Wisatawan sangat diperbolehkan untuk masuk melewati Angkul-angkul dan melihat-lihat pekarangan rumah warga (biasanya ditandai dengan tulisan “Welcome” atau “Silakan Masuk”). Anda bisa berinteraksi, melihat aktivitas warga menganyam bambu, atau sekadar berbincang di teras rumah mereka, menjadikan pengalaman wisata Anda terasa sangat personal dan hangat.

Anda mungkin juga suka...

Slot Qris

Slot Bet 100

slot bet 100

depo 25 bonus 25

depo 25 bonus 25

depo 25 bonus 25

Depo 25 Bonus 25

Eksplorasi konten lain dari sentul.city

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca