masjid al mustofa bogor

Masjid Al Mustofa Bogor : Masjid Tertua di Bogor

Berita Masjid

Masjid Al Mustofa Bogor – merupakan masjid tertua di Bogor yang dibangun oleh dua orang penyebar Islam yang masih keturunan Wali Songo, yaitu Tubagus H Mustofa Bakri yang berasal dari banten dan Raden Dita manggala yang berasal dari Cirebon.

Pada awalnya masjid ini dibuat sebagai tempat beribadah bagi warga Kampung baru. Kampung Baru sendiri merupakan kampung yang dibuat oleh kedua orang tersebut saat bertemu.

Makam dari pendiri masjid ini, yaitu Raden Dita Manggala, jaraknya berada 200 meter dari letak masjid. Sedangkan makam dari Tubagus Mustofa, ada di Mekah karena beliau wafat ketika sedang berada di Tanah Suci.

Masjid Al Mustofa terletak di Kampung Bantarjati Kaum, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Masjid ini didirikan pada 8 Februari 1307 Masehi atau 2 Ramadhan 728 Hijriyah yang mana pada tahun 2011 masjid ini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Ketua DKM Al-Mustofa Ahmad Kusnadi mengatakan jika melihat plang pada papan Dinas Budaya Kota Bogor, masjid itu dibangun pada abad ke-18, yakni pada tahun 1728 Masehi. Tapi catatan yang ada sejak turun temurun, masjid ini dibangun pada 2 Ramadan 703 Hijriyah bertepatan 8 Februari 1307 Masehi.

Baca Juga : Masjid Atta’awun : Masjid Indah Di Ketinggian Pucak

Masjid Al Mustofa memiliki keunikan yang tidak ada pada masjid lainnya yaitu:

Ciri khas bentuk bangunan

Ciri khas dari Masjid Al Mustofa terletak pada bentuk bangunan masjid yang merupakan perpaduan dari gaya Cirebon dan Banten. Bangunan dan tiang mengambil gaya Banten sedangkan Pengimaman mengambil gaya Cirebon. Didalam masjid, terdapat tiang-tiang kokoh dengan goresan sebanyak sembilan buah yang menandakan jumlah wali songo (sembilan wali).

Sampai saat ini, bentuk bangunan asli tidak diubah walaupun ada perbaikan tapi tidak mengubah bentuk asli dari bangunan masjid. Masjid Al Mustofa hanya memiliki satu ruangan utama untuk shalat berjamaah dan satu ruangan mengaji untuk anak anak serta sekretariat.

Di dalam masjid ini terdapat tiang-tiang kokoh yang terbuat dari kayu jati dengan sembilan goresan di bagian depan dekat mimbar. Sembilan goresan tersebut melambangkan jumlah Walisongo.

masjid al mustofa bogor bagian dalam

Alqur’an berusia ratusan tahun

Masjid Al Mustofa juga menyimpan peninggalan sejarah, yang berada di salah satu ruangan Masjid Al Mustofa, yaitu sebuah kitab suci Al-Qur’an berusia ratusan tahun yang yang terbuat dari lembaran kulit. Al-Qur’an ini ditulis tangan oleh Tubagus Al Mustofa, salah satu pendiri masjid.

Untuk menjaga keutuhan Al-Qur’an, maka Al-Qur’an ini disimpan di sebuah kotak kaca. Selain Al-Qur’an, Tubagus Al Mustofa juga menulis sebuah buku, yaitu buku khotbah shalat jumat.

Al-Qur’an dan buku khotbah tersebut memiliki usia yang sama dengan Masjid Al Mustofa. Walau demikian, hingga saat ini tulisan didalam Al-Qur’an dan buku khotbah masih terlihat jelas sehingga masih dipergunakan untuk kepentingan jamaah.

masjid al mustofa bogor al-quran dan buku khotbah

Mata air tak pernah kering

Keunikan lain dari masjid Al Mustofa yaitu terdapat sumber mata air di Masjid Al Mustofa yang berasal dari lereng gunung yang tak jauh dari masjid.

Pengurus masjid membangun pipa paralon untuk dialiri ke sebuaH penampungan air untung menampung air dari sumber mata air tersebut. Air tersebut dipergunakan oleh para jamaah untuk berwudhu dan juga digunakan untuk kepentingan warga setempat.

keunikan mata air Masjid AL Mustofa yaitu mata air ini tidak pernah kering bahkan saat musim kemarau berkepanjangan.

Masjid ini memiliki panjang 25 meter, lebar 15 meter dan tinggi dinding 5 meter. Masjid ini awalnya berukuran tidak sebesar saat ini. Baru pada tahun 2000 dilakukan renovasi dengan penambahan luas area masjid.

Selain itu renovasi juga dilakukan juga pada 2015 dan 2018, yaitu dengan adanya pembuatan serta perluasan kamar mandi dan tempat wudhu masjid yang ada di sisi belakang bangunan.

Masjid ini banyak dikunjungi oleh jamaah yang sengaja ingin tahu keberadaan masjid tertua di Kota Bogor. Peningkatan kunjungan jamaah terjadi dan cukup signifikan setelah masjid Al Mustofa ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Bogor. Kunjungan dari berbagai kalangan hampir tiap hari ada di Masjid Al Mustofa.

Tinggalkan Balasan