monumen tugu kujang

Monumen Tugu Kujang : Landmark Bogor Yang Menawan

Berita

Monumen Tugu Kujang : Liburan yang berkesan selalu memilih destinasi wisata yang menarik untuk di kunjungi. Bogor sendiri memiliki satu objek landmark yang begitu terkenal dan selalu menjadi pusat perhatian bagi turis lokal maupun internasional yang datang dan berkunjung ke Bogor. Tugu Kujang yah, bangunan yang menjulang vertical membelang langit kota Bogor ini bisa menjadi pilihan yang tepat bagi mereka yang berkunjung ke Indonesia, terkhusus daerah Bogor.

monumen tugu kujang
Malam menyapa di Kota hujan

Landmark ini terletak di Desa Tegallega dan termasuk dalam wilayah Kecamatan Bogor Tengah. Monumen ini memang memiliki popularitas yang bagus dan telah menjadi simbol Kota Bogor! Belum lagi memiliki lokasi yang strategis, yaitu di perempatan Jalan Otto Iskandardinata dan Jalan Pajajaran. Karena ketenaran dan strukturnya yang unik, ia telah menjadi objek fotografi yang indah di kalangan wisatawan (terutama pada malam hari yang dikelilingi oleh lampu-lampu kota).

Dari segi tampilan, monumen ini memiliki tekstur yang tajam dan terlihat seperti menara biasa. Itu berada di lanskap berbentuk segitiga dan terletak di depan Botani Square. Bagaimana dengan ukurannya? Memiliki tinggi kurang lebih 25 meter dan berwarna putih.

Soalnya wisatawan harus menyeberang jalan jika ingin lebih dekat dengan tugu dan berfoto selfie di depannya. Adapun tipnya, cukup direkomendasikan untuk berkunjung di malam hari. Karena nuansanya lebih tenang dan panoramanya terlihat lebih menarik berkat lampu kendaraan dan gedung-gedung. Entah bagaimana, lalu lintas lebih rendah sehingga menjadi lebih aman untuk mendekati monumen.

Baca juga : Kebun Raya Bogor, Primadona Icon Kota Bogor

Bagi wisatawan, akan menarik untuk mempelajari sejarah Tugu Kujang terlebih dahulu sebelum menjelajahi situs. Meskipun usianya masih muda, dibangun pada tahun 1982, itu telah menjadi simbol kota yang signifikan selama bertahun-tahun. Pelantikan dilakukan oleh Ahmad Sobana (yang menjadi bupati saat itu). Menurut penduduk setempat, bahkan butuh bantuan helikopter untuk menempatkan ornamen puncak monumen. Itu karena ketinggian struktur dan berat dekorasi itu sendiri.

Mayoritas pengunjung adalah mereka yang ingin memotret struktur ini, tanpa ragu. Inilah masalahnya. Dari segi desain, monumen Indonesia memiliki dua bagian. Bagian pertama berbentuk obelisk, dengan potongan di ujungnya. Bagian lainnya adalah ornamen paling atas yang berbentuk senjata tradisional Sunda yang disebut Kujang. Tidak heran, monumen itu dinamai menurut namanya.

Inilah tipsnya. Disarankan untuk mengunjungi Monumen Kujang saat lalu lintas sepi, sehingga semua orang bisa mendekatinya tanpa khawatir. Juga, seperti yang disebutkan sebelumnya, akan sangat bagus jika wisatawan mengunjunginya di malam hari. Pastikan untuk mengenakan jaket karena cuaca menjadi dingin di malam hari. Jangan lupa membawa kamera juga.

Bagi Anda yang belum pernah ke Bogor dan tertarik serta penasaran dengan bangunan ini maka bila Anda dari Stasiun Bogor anda dapat naik angkot berwarna merah No. 03, kemudian anda  turun di Botani Square. Jika anda dari terminal Baranangsiang, anda dapat berjalan kaki menuju Monumen Tugu Kujang karena jarak dari terminal Baranangsiang dengan Tugu Kujang terbilang sangat dekat.

Tinggalkan Balasan