Vihara bio dewa rejeki cover

Vihara Bio Dewa Rejeki : Wajah Budha Di Sentul City

Fasilitas Publik

Vihara Bio Dewa Rejeki merupakan tempat ibadah umat Budha di Sentul City, Agama Buddha muncul di India, lebih tepatnya lagi wayah naya adanya di daérah Nepal. Agama ini muncul sabagai tindak balas terhadap agama Brahmanisme.

Sejarah agama Buddha mulai abad ke-6 SM sampai akhirnya dimulai sejak lahirnya Buddha Siddharta Gautama. Makanya, agama nang ini merupakan salah satu agama yang paling tua di dunia. Agama Buddha berkembang lawan unsur kebudayaan India, ditambah lawan unsur-unsur kebudayaan Helenistik (Yunani), Asia Tengah, Asia Timur dan Asia Tenggara.

Vihara bio dewa rejeki ilustrasi
Ilustrasi Sidharta gautama (sumber : google.com)

Dalam proses perkembangannya, agama ini praktis sudah mencapai puncak di benua Asia dan sudah jadi agama mayoritas di beberapa nagara Asia seperti Muangthai, Singapura, Kamboja, Myanmar, Taiwan, dan sabagainya. Pencetusnya yaitu Siddhartha Gautama yang dikenal sabagai Gautama Buddha oleh para pengikutnya.

Vihara bio dewa rejeki tampak depan
Vihara bio dewa rejeki tampak dari depan (sumber : lovelybogor.com)

Berbagai ornamen yang ada didalamnya menunjukkan budaya kaum Tionghoa di tanah Bogor terlihat unik. Apalagi kalau ditambahkan bahwa vihara ini sudah ada sejak Belanda pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia, alias sejak 400 tahun yang lalu.

Kesemuanya membuat ornamen-ornamen dan alat sembahyang yang ada di Vihara Bio Dewa Rejek ini luar biasa memukau.

Selain lilin-lilin raksasa berukuran setinggi lebih dari satu meter ada beberapa ornamen-ornamen lain yang menarik. Beberapa sudah disebutkan di awal beserta fotonya, seperti patung singa, pagoda.

Di bagian belakang ruang sembahyang utama Vihara Bio Dewa Rejeki, terdapat sebuah ruang lagi yang terasa lebih luas karena ornamen dan perlengkapannya lebih sedikit. Di dalamnya terdapat berbagai altar persembahan bagi beberapa dewa lain.

Memang berdasarkan penuturan penjaga vihara, disebutkan bahwa bangunan ini sudah berusia 400 tahun. Hal tersebut berarti vihara ini lebih tua usianya dibandingkan dengan Vihara Mahacetya Dhanagun atau Hok Tek Bio di Jalan Suryakencana Bogor.

Padahal vihara Hok Tek Bio itu disebut sebagai vihara tertua di Bogor. Vihara ini pernah mengalami kebakaran pada akhir tahun 2017 karea arus pendek yang membakar atap plastik, pemugaran dan perbaikan dilakukan untuk mengembalikan bentuk dan suasanya vihara ini.

Tinggalkan Balasan